Teks Amanat Pembina Upacara Hari Senin Tema Akhlak

Teks amanat pembina upacara pada hari Senin ini adalah teks yang dibaca disebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilingkungan pondok pesantren. Tetapi, teks ini bisa diadobsi untuk sekolah-sekolah lain dengan beberapa hal perlu di edit.

*Berikut naskah lengkapnya :

Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Yang kami hormati kepala SMK…. Yang kami hormati, seluruh dewan guru, staf TU dan staf perpustakaan, serta dewan asatidz wal asatidzah dilingkungan pondok pesantren … Anak-anakku sekalian, santri putra dan putri yang sekaligus siswa-siswi SMK…. yang saya sayangi dan saya banggakan.

Alhamdulillahil Karimil Khallaq, wash Shalatu was Salamu ala Sayyidina Muhammadin al-Mab’uts li-Utammima Makarimal Akhlaq, wa ala Alihi wa Ashhabihi Ajma’in, amma ba’d.

Marilah kita panjatkan puji syukur kita kehadirat Allah SWT, Allahmdulillahi Rabbil ‘Alamin, yang mana pada pagi hari ini Allah SWT tetap memberikan nikmat iman dan islam, serta nikmat sehat wal afiah sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan rutin kita, upacara bendera setiap hari Senin dengan kondisi yang baik, bisa berdiri tegak, bisa menghirup udara segar, bisa menatap indahnya ciptaan Allah, bisa tersenyum, tawa canda dan bisa tetap berfikir menuntut ilmu, karena tidak sedikit orang-orang diluar sana yang tidak bisa / belum bisa menikmati apa yang kita rasakan saat ini. Oleh karena itulah, kita patut senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabiyullah Muhammad SAW, seorang yang diutus untuk menyempurnakan akhlak umat manusia, semoga kita kelak mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW, salah satu usaha mendapatkan syafaat dari beliau adalah dengan banyak bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Anak-anakku sekalian,
Pada kesempatan kali ini ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, namun sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada petugas upacara yang bisa melaksanakan tugasnya, Alhamdulillah sampai saat ini berjalan dengan baik, meskipun ada sedikit kekurangan namun pada kesempatan berikutnya mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik.


Anak-anakku sekalian,
Berulang kali para guru mengingatkan atau menasehatkan agar rajin-rajinlah kalian belajar, jagalah kedisiplinan, jagalah kebersihan, dan jagalah adab, tingkah laku / sopan santun, baik kepada guru/ustadz, maupun sesama teman. Karena semua nasehat tersebut adalah bagian penting bagi seseorang yang sedang menuntut ilmu, dimanapun, lebih-lebih sekolah yang berada dilingkungan pondok pesantren. Belajar memang aktifitas seorang pelajar atau santri, maka selayaknya seorang pelajar/ peserta didik memiliki keinginan yang kuat untuk terus menerus menambah ilmunya dan keinginan kuat mengupgrade pengetahuannya.

Seorang pelajar harus tertanam dalam dirinya jiwa “seorang murid“ meskipun dunia pendidikan sendiri membedakan penggunakan istilah murid dan siswa. Murid, istilah untuk penyebut peserta didik sebelum SMP/MTs sedangkan siswa untuk tingkat menengah.

Namun, pada hakikatnya sama, siswa dan murid itu sama. Murid serapan dari bahasa Arab yang berasal dari kata fi’il madli Arada – Yuridu – Iradatan – Muridan, yang berarti orang yang menginginkan atau membutuhkan sesuatu. Maka semestinya sebagai murid, harus memiliki keinginan kuat untuk tahu, untuk paham, untuk pandai dan lain sebagainya.

Bila seseorang benar-benar memiliki keinginan yang kuat, maka Insyaallah ia akan mendapatkan hasil yang baik, apa hasil daripada menuntut ilmu?, tentunya kualitasnya lebih baik, diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Keinginan yang kuat ini tentu harus dibarengi dengan akhlakul karimah, seperti disiplin, menjaga kebersihan dan lainnya.

Dan termasuk pula, salah satu akhlak mulya adalah memulyakan ilmu dan guru atau ustadznya. Didalam kitab Ta’lim al-Muta’allim : “Laa Yanalul Ilma wa Laa Yantafi’u bihi illa bi-Ta’dhimil Ilmi wa Ahlili, ilmu tidak akan bisa diperoleh dan tidak akan bisa mengambil manfaatnya, kecualid dengan memulyakan ilmu dan ahlinya”.

Semoga kita semua senantiasa meningkatkan akhlak kita, baik akhlak pada diri pribadi, teman, orang tua, guru dan lingkungan sekitar.

Demikian yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf.

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamith Thariq,
wassalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.


Terima kasih untuk membaca artikel kami, silahkan bagikan informasi yang ada disitus DATAPENDIDIKAN.COM kepada rekan-rekan anda disosial media seperti facebook, twitter, whatsapp, telegram dan lainnya. DATAPENDIDIKAN.COM adalah situs yang menyediakan informasi dan kebutuhan seputar dunia pendidikan. Saran dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk lebih melengkapi informasi yang ada pada situs kami.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply