{"id":9818,"date":"2025-11-13T16:12:40","date_gmt":"2025-11-13T16:12:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/?p=9818"},"modified":"2025-11-13T16:12:40","modified_gmt":"2025-11-13T16:12:40","slug":"contoh-soal-pas-sosiologi-kelas-12-semester-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/contoh-soal-pas-sosiologi-kelas-12-semester-1\/","title":{"rendered":"40+ Contoh Soal PAS Sosiologi Kelas 12 Semester 1 Dan Jawabannya"},"content":{"rendered":"<div class=\"6ee5766ad47736345d607517629438ec\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8757846422688301\"\r\n     crossorigin=\"anonymous\"><\/script>\r\n<!-- responsivedtpnd -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-8757846422688301\"\r\n     data-ad-slot=\"8404748135\"\r\n     data-ad-format=\"auto\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p>Apakah anda mencari contoh soal PAS sosiologi kelas 12 semester 1? maka anda tepat menemukan artikel ini dimana anda bisa mempelajari contoh soal lengkap dengan jawabannya.<\/p>\n<p>Mata pelajaran sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi sosial antara manusia atau organisasi dengan objek pembelajaran yang lebih mendalam, mulai dari ras, kelas sosial, hingga budaya.<\/p>\n<p>Selain itu, sosiologi juga berfokus kepada berbagai aspek dalam kehidupan suatu masyarakat, dari interaksi antar manusia hingga bagaimana suatu masyarakat terbentuk. Dimana sosiologi juga bisa mencakup keberagam topik, contohnya seperti pengembangan institusi hingga interpretasi sikap-sikap kebudayaan.<\/p>\n<p>Adapun mata pelajaran Sosiologi yang diajarkan di kelas 12 semester 1 mencakup beberapa materi penting yang bisa anda simak sebagai berikut.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_67_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Daftar Isi:<\/p>\n<label for=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d69e5dc36c1\" class=\"ez-toc-cssicon-toggle-label\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/label><input type=\"checkbox\"  id=\"ez-toc-cssicon-toggle-item-69d69e5dc36c1\"  aria-label=\"Toggle\" \/><nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/contoh-soal-pas-sosiologi-kelas-12-semester-1\/#Materi_Sosiologi_Kelas_12_Semester_1\" title=\"Materi Sosiologi Kelas 12 Semester 1\">Materi Sosiologi Kelas 12 Semester 1<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/contoh-soal-pas-sosiologi-kelas-12-semester-1\/#Perubahan_Sosial\" title=\"Perubahan Sosial\">Perubahan Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/contoh-soal-pas-sosiologi-kelas-12-semester-1\/#Lembaga_Sosial\" title=\"Lembaga Sosial\">Lembaga Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/contoh-soal-pas-sosiologi-kelas-12-semester-1\/#Metode_Penelitian_Sosial\" title=\"Metode Penelitian Sosial\">Metode Penelitian Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/contoh-soal-pas-sosiologi-kelas-12-semester-1\/#Proses_Penelitian_Sosial\" title=\"Proses Penelitian Sosial\">Proses Penelitian Sosial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/contoh-soal-pas-sosiologi-kelas-12-semester-1\/#Penulisan_Laporan_Penelitian\" title=\"Penulisan Laporan Penelitian\">Penulisan Laporan Penelitian<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/contoh-soal-pas-sosiologi-kelas-12-semester-1\/#Contoh_Soal_PAS_Sosiologi_Kelas_12_Semester_1_dan_Jawabannya\" title=\"Contoh Soal PAS Sosiologi Kelas 12 Semester 1 dan Jawabannya\">Contoh Soal PAS Sosiologi Kelas 12 Semester 1 dan Jawabannya<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Materi_Sosiologi_Kelas_12_Semester_1\"><\/span>Materi Sosiologi Kelas 12 Semester 1<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perubahan_Sosial\"><\/span>Perubahan Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perubahan Sosial di Masyarakat<br \/>\nProses Perubahan Sosial di Masyarakat Indonesia<br \/>\nDampak Perubahan Sosial Terhadap Kehidupan Masyarakat<br \/>\nIntegrasi dan Disintegrasi<br \/>\nKehidupan Masyarakat Indonesia<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lembaga_Sosial\"><\/span>Lembaga Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Hakikat Lembaga Sosial<br \/>\nTipe, Bentuk, dan Fungsi Lembaga Sosial<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Penelitian_Sosial\"><\/span>Metode Penelitian Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pendekatan Ilmu Pengetahuan<br \/>\nMerancang Penelitian<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Penelitian_Sosial\"><\/span>Proses Penelitian Sosial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pendekatan Penelitian Sosial<br \/>\nSubjek Penelitian<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penulisan_Laporan_Penelitian\"><\/span>Penulisan Laporan Penelitian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Teknik Penulisan Laporan Penelitian<br \/>\nSistematika Penulisan Laporan Penelitian.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Soal_PAS_Sosiologi_Kelas_12_Semester_1_dan_Jawabannya\"><\/span>Contoh Soal PAS Sosiologi Kelas 12 Semester 1 dan Jawabannya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9819\" src=\"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Contoh-Soal-PAS-Sosiologi-Kelas-12-Semester-1.jpg\" alt=\"Contoh Soal PAS Sosiologi Kelas 12 Semester 1 \" width=\"830\" height=\"556\" srcset=\"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Contoh-Soal-PAS-Sosiologi-Kelas-12-Semester-1.jpg 830w, https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Contoh-Soal-PAS-Sosiologi-Kelas-12-Semester-1-300x201.jpg 300w, https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Contoh-Soal-PAS-Sosiologi-Kelas-12-Semester-1-768x514.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 830px) 100vw, 830px\" \/><\/p>\n<p>Sesuai dengan judul diatas, kali ini kami akan membagikan contoh soal PAS sosiologi kelas 12 semester 1 untuk menjadi bahan persiapan anda mengikuti PAS atau UAS Sosiologi agar bisa mendapatkan nilai terbaik.<\/p>\n<p>1. Berdasarkan ukuran perubahannya, realitas perubahan tren gaya rambut dikategorikan sebagai perubahan \u2026.<\/p>\n<p>a. tidak direncanakan<br \/>\nb. direncanakan<br \/>\nc. revolusi<br \/>\nd. besar<br \/>\ne. kecil<br \/>\nJawaban: E<\/p>\n<p>2. Perhatikan faktor-faktor berikut!<\/p>\n<p>(1) Terjadinya konflik horizontal antar anggota masyarakat.<br \/>\n(2) Pengaruh budaya dari negara-negara tetangga.<br \/>\n(3) Bertambahnya jumlah penduduk di suatu daerah.<br \/>\n(4) Terjadi bencana alam sehingga merugikan masyarakat.<br \/>\n(5) Masyarakat melakukan discovery di bidang teknologi.<br \/>\nFaktor perubahan sosial yang berasal dari dalam masyarakat ditunjukkan oleh angka \u2026.<br \/>\na. (1), (2), dan (3)<br \/>\nb. (1), (2), dan (4)<br \/>\nc. (1), (3), dan (5)<br \/>\nd. (2), (4), dan (5)<br \/>\ne. (3), (4), dan (5)<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>3. Perhatikan faktor-faktor berikut!<\/p>\n<p>(1) Sistem pelapisan masyarakat bersifat tertutup.<br \/>\n(2) Komposisi masyarakat bersifat heterogen.<br \/>\n(3) Adanya prasangka terhadap budaya asing.<br \/>\n(4) Ketidakpuasan terhadap bidang kehidupan tertentu.<br \/>\n(5) Sikap menghargai hasil karya orang lain.<br \/>\nFaktor pendorong perubahan ditunjukkan oleh faktor \u2026.<br \/>\na. (1), (2), dan (3)<br \/>\nb. (1), (2), dan (4)<br \/>\nc. (1), (3), dan (5)<br \/>\nd. (2), (4), dan (5)<br \/>\ne. (3), (4), dan (5)<br \/>\nJawaban: D<\/p>\n<p>4. Sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) merupakan program baru dari pemerintah. Program ini memungkinkan peserta didik mengerjakan ujian dengan perangkat komputer. Sistem ini akan diterapkan secara bertahap di sekolah-sekolah yang sudah siap. Bagi peserta didik, dampak positif perubahan sosial berdasarkan ilustrasi tersebut adalah \u2026.<\/p>\n<p>a. menghemat anggaran pendidikan negara<br \/>\nb. mengurangi biaya pelaksanaan UN<br \/>\nc. meningkatkan pemahaman terkait teknologi informasi<br \/>\nd. memudahkan proses distribusi soal ke berbagai daerah<br \/>\ne. memudahkan proses mengoreksi jawaban peserta didik<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>5. Keberadaan toko online memudahkan masyarakat Indonesia berbelanja keperluan hidup, melalui toko online, masyarakat dapat mengakses produk dimana saja. Masyarakat juga dimudahkan dengan sistem pembayaran dan pengiriman. Dampak negatif perubahan sosial tersebut bagi masyarakat ialah \u2026.<br \/>\na. memicu konflik terbuka antara penjual dan pembeli<br \/>\nb. menghambat penyerapan kemajuan teknologi<br \/>\nc. meningkatkan pola hidup konsumtif<br \/>\nd. menurunkan standar kualitas hidup<br \/>\ne. meningkatkan pola hidup hedonis<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>6. Masyarakat petani meningkatkan mutu dan jumlah produksi pertanian dengan menggunakan cara modern dalam bercocok tanam. Disamping memilih bibit baru, mereka juga menggunakan mesin-mesin pertanian yang digunakan untuk mengolah tanah. Berdasarkan kenyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan dari modernisasi pertanian adalah \u2026.<\/p>\n<p>a. meningkatnya produktivitas<br \/>\nb. masuknya teknologi asing<br \/>\nc. banyak barang dari luar<br \/>\nd. menggunakan mesin dari luar<br \/>\ne. berkembangnya agro industri<br \/>\nJawaban: A<\/p>\n<p>7. Perhatikan fenomena berikut!<\/p>\n<p>(1) Permainan Pokemon Go digemari masyarakat Indonesia.<br \/>\n(2) Tari Saman dari Aceh ditampilkan dalam festival budaya di Inggris dan Jepang<br \/>\n(3) Banyak restoran masakan Padang terdapat di Singapura.<br \/>\n(4) Proses pergantian kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 masih berlangsung.<br \/>\n(5) Masyarakat mulai terbiasa menggunakan gas LPG.<br \/>\nFenomena globalisasi ditunjukkan oleh pernyataan pada angka \u2026.<br \/>\n(1), (2), dan (3)<br \/>\n(1), (2), dan (4)<br \/>\n(1), (3), dan (5)<br \/>\n(2), (4), dan (5)<br \/>\n(3), (4), dan (5)<br \/>\nJawaban: A<\/p>\n<p>8. Berbagai jenis kerajinan kulit dari Indonesia diminati masyarakat negara maju. Pembelian dari luar negeri semakin dimudahkan dengan adanya toko online yang menjual dan melayani pengiriman barang hingga ke luar negeri. Bahkan, pengrajin lokal cukup kewalahan memenuhi permintaan karena banyaknya pesanan. Berdasarkan wacana tersebut, dapat disimpulkan bahwa globalisasi memberikan manfaat yaitu \u2026.<\/p>\n<p>a. mengenalkan masyarakat luar negeri tentang toko online<br \/>\nb. mempercepat pengiriman suatu barang ke luar negeri<br \/>\nc. mengenalkan kerajinan kepada masyarakat lokal<br \/>\nd. menambah pelanggan dari dari luar negeri<br \/>\ne. menguasai pasar dalam negeri<br \/>\nJawaban: D<\/p>\n<p>9. Raja Ampat merupakan gugusan pulau kecil di kawasan Pulau Papua. Raja Ampat menjadi popular karena keindahan alamnya yang menawan. Oleh karena keindahannya, para pelancong dari luar negeri berkunjung ke Kepulauan Raja Ampat. Bentuk globalisasi berdasarkan pernyataan tersebut terjadi dalam bidang \u2026.<\/p>\n<p>a. pariwisata<br \/>\nb. ekonomi<br \/>\nc. budaya<br \/>\nd. hukum<br \/>\ne. politik<br \/>\nJawaban: A<\/p>\n<p>10. Indonesia menjalin kerjasama bilateral dengan Selandia Baru. Salah satu bentuk kerjasama tersebut ialah Selandia Baru melakukan investasi bisnis peternakan sapi di Indonesia. Kerjasama tersebut merupakan contoh globalisasi yang dapat berdampak positif bagi bangsa Indonesia di bidang ekonomi, yaitu \u2026.<\/p>\n<p>a. mewujudkan sistem pertanian yang terarah<br \/>\nb. mengenalkan budaya lokal dengan negara lain<br \/>\nc. meningkatkan lapangan pekerjaan di Indonesia<br \/>\nd. meningkatkan hubungan diplomatik antarnegara<br \/>\ne. mengenalkan budaya baru kepada masyarakat lokal<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>11. Di satu sisi internet memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam mengakses informasi. Di sisi lain, internet menawarkan berbagai konten negatif yang dapat dibuka oleh siapapun. Upaya yang tepat untuk menghindari dampak negatif tersebut adalah \u2026.<\/p>\n<p>a. menutup warung internet<br \/>\nb. menolak penggunaan internet<br \/>\nc. memblokir konten-konten negatif<br \/>\nd. melarang penggunaan komputer<br \/>\ne. melarang jual beli smartphone<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>12. Ketimpangan sosial dapat muncul sebagai akibat dari nilai-nilai kebudayaan yang dianut oleh sekolompok orang itu sendiri. Salah satunya yaitu mereka cenderung menyerah pada nasib, tidak mempunyai daya juang, dan tidak mempunyai orietasi hidup pada masa depan. Sikap yang tepat untuk menunjukkan pernyataan di atas adalah \u2026<\/p>\n<p>a. apatis<br \/>\nb. optimis<br \/>\nc. konservatif<br \/>\nd. ekstrimisme<br \/>\ne. skeptis<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>13. Perhatikan pernyataan berikut!<\/p>\n<p>(1) Diskriminasi gender<br \/>\n(2) Diskriminasi umur<br \/>\n(3) Diskriminasi ras<br \/>\n(4) Diskriminasi pekerjaan<br \/>\n(5) Diskriminasi agama<br \/>\nDari pernyataan di atas yang termasuk bentuk diskriminasi yang menimbulkan ketimpangan yaitu \u2026.<br \/>\na. (1), (2), dan (3)<br \/>\nb. (1), (3), dan (4)<br \/>\nc. (1), (3), dan (5)<br \/>\nd. (2), (3), dan (4)<br \/>\ne. (2), (4), dan (5)<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>14. Perkembangan supermarket saat ini semakin pesat. Hal tersebut membuat pedagang kecil tersaingi. Kondisi ini dapat kita simpulkan telah terjadi perubahan yang dipengaruh oleh \u2026.<\/p>\n<p>a. budaya asing<br \/>\nb. budaya baru<br \/>\nc. era globalisasi<br \/>\nd. materialism<br \/>\ne. konsumerisme<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>15. Perhatikan pernyataan berikut!<\/p>\n<p>(1) Kurangnya kemampuan intelegensi<br \/>\n(2) Kekurangan pendidikan<br \/>\n(3) Kurangnya motivasi untuk berusaha<br \/>\n(4) Kekurangan perlindungan hukum<br \/>\n(5) Kekurangan fasilitas pemukiman<br \/>\nPernyataan yang menunjukkan kemiskinan struktural adalah \u2026.<br \/>\na. (1), (2), dan (3)<br \/>\nb. (1), (3), dan (4)<br \/>\nc. (1), (3), dan (5)<br \/>\nd. (2), (3), dan (4)<br \/>\ne. (2), (4), dan (5)<br \/>\nJawaban: D<\/p>\n<p>16. Bagi negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, ketimpangan sosial akan berdampak pada berbagai persoalan masyarakat. Berikut ini yang menunjukkan dampak yang dapat muncul akibat ketimpangan tersebut adalah \u2026.<\/p>\n<p>a. masyarakat Indonesia yang memiliki sumber daya manusia rendah mudah dibohongi<br \/>\nb. munculnya kesenjangan politik yang tinggi<br \/>\nc. warga asing memanfaatkan kondisi masyarakat agar terpecah belah<br \/>\nd. munculnya kekacauan sebagai bentuk pemberontakan<br \/>\ne. proses pembangunan ekonomi akan terganggu<br \/>\nJawaban: E<\/p>\n<p>17. Perhatikan hal-hal berikut!<\/p><!--CusAds0-->\n<p>(1) Konsentrasi industri di kota<br \/>\n(2) Perbedaan kondisi alam<br \/>\n(3) Keberpihakan kepada UMKM<br \/>\n(4) Prioritas pada pembangunan pendidikan<br \/>\nKetimpangan antar wilayah dapat disebabkan oleh &#8230;.<br \/>\na. (1) dan (2)<br \/>\nb. (1) dan (3)<br \/>\nc. (1) dan (4)<br \/>\nd. (2) dan (3)<br \/>\ne. (2) dan (4)<br \/>\nJawaban: A<\/p>\n<p>18. Berikut ini yang merupakan bentuk ketimpangan dalam dunia pendidikan adalah ketimpangan dalam wujud &#8230;.<\/p>\n<p>a. input dalam ukuran kolektif<br \/>\nb. input dalam ukuran besar<br \/>\nc. input dalam ukuran eksklusif<br \/>\nd. output dalam ukuran inklusif<br \/>\ne. output dalam ukuran kelompok<br \/>\nJawaban: E<\/p>\n<p>19. Ketimpangan ekonomi antar sektor yang berupa pengabaian terhadap sektor pertanian dipastikan akan &#8230;.<\/p>\n<p>a. mengancam ketahanan dan kemandirian pangan<br \/>\nb. mendukung perluasan lahan pertanian<br \/>\nc. menyebabkan alih fungsi lahan kawasan industri<br \/>\nd. menarik investasi asing<br \/>\ne. menambah ketersediaan buruh murah<br \/>\nJawaban: A<\/p>\n<p>20. Ketimpangan yang terjadi di perkotaan dalam bentuk \u2026.<\/p>\n<p>a. munculnya pemukiman kumuh<br \/>\nb. berkembangnya wisata baru<br \/>\nc. munculnya sarana pendidikan baru<br \/>\nd. munculnya organisasi kegemaran<br \/>\ne. berkembangnya model rumah minimalis<br \/>\nJawaban: A<\/p>\n<p>21. Berikut ini yang tidak termasuk dampak kemiskinan adalah \u2026.<\/p>\n<p>a. anak putus sekolah<br \/>\nb. menjadi anak jalanan<br \/>\nc. banyak tuna wisma<br \/>\nd. menjadi kuli bangunan<br \/>\ne. banyak kejahatan<br \/>\nJawaban: D<\/p>\n<p>22. Di sekolah sering terdapat kesenjangan antara siswa yang pandai dengan siswa kurang pandai atau terjadinya perbedaan antara input dan output. Oleh karena itu, perlu dilakukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi siswa tersebut, baik individu atau kelompok. Model yang tepat dalam mengatasi ketimpangan tersebut adalah \u2026.<\/p>\n<p>a. cooperative learning<br \/>\nb. contextual learning<br \/>\nc. basic learning<br \/>\nd. mastery learning<br \/>\ne. learning to know<br \/>\nJawaban: A<\/p>\n<p>23. Konektivitas merupakan kemampuan menghubungkan dua atau lebih titik atau jaringan. Upaya mengatasi ketimpangan sosial yang ada salah satunya melalui peningkatan konektivitas yang dilakukan melalui \u2026.<\/p>\n<p>a. perkembangan industri manufaktur<br \/>\nb. dukungan pada UMKM<br \/>\nc. pembangunan jalan raya<br \/>\nd. pembangunan infrastruktur pendidikan<br \/>\ne. pembangunan infrastruktur kesehatan<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>24. Hakikat pembangunan nasional Indonesia adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia dengan tujuan mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang material dan spiritual berdasarkan &#8230;.<\/p>\n<p>a. Pancasila<br \/>\nb. ideologi kerakyatan<br \/>\nc. ideologi liberal<br \/>\nd. rencana pembangunan nasional<br \/>\ne. ketersediaan alokasi anggaran<br \/>\nJawaban: A<\/p>\n<p>25. Kearifan lokal adalah kebijaksanaan atau pengetahuan asli suatu masyarakat yang berasal dari \u2026.<\/p>\n<p>a. akulturasi<br \/>\nb. asimilasi<br \/>\nc. amalgamasi<br \/>\nd. pengaruh budaya asing<br \/>\ne. nilai luhur tradisi budaya<br \/>\nJawaban: E<\/p>\n<p>26. Kearifan lokal mencerminkan kematangan masyarakat di tingkat \u2026.<\/p>\n<p>a. individu<br \/>\nb. keluarga<br \/>\nc. kekerabatan<br \/>\nd. komunitas lokal<br \/>\ne. nasional<br \/>\nJawaban: D<\/p>\n<p>27. Pada masyarakat Jawa laki-laki sebagai kepala keluarkan karena menganut sistem kekerabatan patriaki. Namun di daerah Minangkabau kepala keluarga diduduki oleh perempuan karena sistem kekerabatan yang digunakan adalah matrilineal. Realitas tersebut menyebabkan adanya perbedaan dalam upacara perkawinan dimana jika di Jawa mas kawin diberikan oleh pihak laki-laki sedangkan di Minangkabau mas kawin diberikan oleh pihak perempuan. Ilustrasi di atas menunjukkan unsur kearifan lokal yang berupa \u2026.<\/p>\n<p>a. pengetahuan lokal<br \/>\nb. budaya lokal<br \/>\nc. keterampilan lokal<br \/>\nd. sumber daya lokal<br \/>\ne. proses sosial lokal<br \/>\nJawaban: E<\/p>\n<p>28. Masyarakat Bali memiliki keindahan alam yang mempesona. Kondisi tersebut menjadikan Bali sebagai salah satu tujuan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Pernyataan di atas menunjukkan unsur kearifan lokal yang berupa \u2026.<\/p>\n<p>a. pengetahuan lokal<br \/>\nb. budaya lokal<br \/>\nc. keterampilan lokal<br \/>\nd. sumber daya lokal<br \/>\ne. proses sosial lokal<br \/>\nJawaban: D<\/p>\n<p>29. Masyarakat Yogyakarta terkenal dengan batik tulisnya yang memiliki corak khas. Corak tersebut yang membedakan batik antar daerah. Dalam membuat batik tulis dituntut ketelatenan dan ketelitian dalam pengerjaannya. Ilustrasi tersebut menunjukkan unsur kearifan lokal yang berupa &#8230;.<\/p>\n<p>a. proses sosial lokal<br \/>\nb. keswadayaan lokal<br \/>\nc. keterampilan lokal<br \/>\nd. sistem lokal<br \/>\ne. tradisi lokal<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>30. Perhatikan pernyataan berikut!<\/p>\n<p>(1) Mencerminkan kematangan masyarakat yang tampak dari budayanya.<br \/>\n(2) Bersifat eksklusif dan responsif serta mampu menyesuaikan diri.<br \/>\n(3) Dimiliki bersama, bersifat terbuka dan dapat diterapkan selama bertahannya komunitas.<br \/>\n(4) Memandang setiap kelompok memiliki proses sosial yang berbeda.<br \/>\n(5) Dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung tercapainya kemajuan tanpa menolak modernisasi dan globalisasi.<br \/>\nPernyataan yang menunjukkan karakteristik kearifan lokal adalah \u2026.<br \/>\na. (1), (2), dan (3)<br \/>\nb. (1), (2), dan (4)<br \/>\nc. (1), (3), dan (5)<br \/>\nd. (2), (4), dan (5)<br \/>\ne. (3), (4), dan (5)<br \/>\nJawaban: E<\/p>\n<p>31. Masyarakat Jawa Timur memiliki kearifan lokal yang berupa \u201cSing sabar lan ngalah dadi kekasih Allah&#8221;. Yang artinya yang sabar dan mengalah akan menjadi kekasih Allah SWT. Setiap masyarakat memiliki peribahasa yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, dimana peribahasa tersebut akan menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan ilustrasi di atas maka gambaran karakteristik kearifan lokal yang tepat adalah &#8230;.<\/p>\n<p>a. memandang setiap kelompok memiliki proses sosial yang berbeda<br \/>\nb. mencakup pengetahuan masyarakat lokal dalam beberapa generasi dalam bentuk keterampilan dan keyakinan<br \/>\nc. mencerminkan kematangan masyarakat yang tampak pada sikap, perilaku, dam sudut pandang<br \/>\nd. dimiliki bersama, dan mengacu pada tradisi lokal yang diturunkan secara terus menerus<br \/>\ne. mencerminkan keahlian dan kemampuan masyarakat setempat untuk menerapkan pengetahuan lokal<br \/>\nJawaban: C<\/p>\n<p>32. Berikut ini yang menunjukkan karakteristik kearifan lokal yang berupa mencakup pengetahuan masyarakat lokal dalam beberapa generasi dalam bentuk teknologi, bahasa, keterampilan, keyakinan adalah &#8230;.<\/p>\n<p>a. Sejak kecil anak-anak sudah mulai mengenal teknologi modern, sehingga mereka mulai meninggalkan tradisi budayanya.<br \/>\nb. Sita sudah 10 tahun berada di Jakarta, namun ia sampai saat ini masih menggunakan bahasa Indonesia dengan aksen yang \u201cmedok\u201d Tegal.<br \/>\nc. Remaja sekarang sangat gemar menonton film Korea jika dibandingkan dengan film produksi anak bangsa.<br \/>\nd. Anita berasal dari Jawa Timur dan sekarang bekerja di perusahaan multinasional di daerah Jakarta Selatan.<br \/>\ne. Handoko yang berasal dari Jawa menikah dengan teman sekerjanya yang berasal dari Sunda.<br \/>\nJawaban: B<\/p>\n<p>33. Kegiatan pemberdayaan lazimnya memprioritaskan \u2026.<\/p>\n<p>a. kelompok kuat<br \/>\nb. kelompok lemah<br \/>\nc. wirausahawan sukses<br \/>\nd. pelaku usaha agribisnis<br \/>\ne. warga sejahtera<br \/>\nJawaban: B<\/p>\n<p>34. Kegiatan pemberdayaan harus memampukan warga atau komunitas sasarannya untuk mandiri dan melepaskan diri dari segala bentuk ketergantungan. Pernyataan tersebut merupakan bentuk karakteristik pemberdayaan komunitas yang berupa \u2026.<\/p>\n<p>a. kesukarelaan<br \/>\nb. otonom<br \/>\nc. keswadayaan<br \/>\nd. partisipatif<br \/>\ne. demokrasi<br \/>\nJawaban: B<\/p>\n<p>35. Pemerintah sebagai pemegang kepentingan makro sedianya melakukan pengawasan dalam kegiatan pemberdayaan komunitas yang dilakukan oleh kelompok mikro guna memberikan apresiasi dan masukan jika ada prosedur yang tidak sesuai dengan ketentuan. Dalam hal ini kelompok mikro hendaknya memberikan informasi secara transparan kepada pihak makro agar dapat dilakukan evaluasi secara objektif. Wacana tersebut merupakan bentuk karakteristik pemberdayaan komunitas yang berupa \u2026.<br \/>\na. egaliter<br \/>\nb. keterbukaan<br \/>\nc. kebersamaan<br \/>\nd. akuntabilitas<br \/>\ne. demokrasi<br \/>\nJawaban: D<\/p>\n<p>36. Salah satu kebijakan pemerintah sebagai upaya untuk mengatasi ketimpangan sosial telah tertuang dalam UUD 1945. Hal ini dibuktikan dari adanya pasal yang berisi \u201cFakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara\u201d. Pernyataan ini tertuang dalam UUD 1945\u2026.<br \/>\nJawaban: Pasal 33 ayat 1<\/p>\n<p>37. Menurut pendekatan struktural yang dicetuskan oleh Raul Prebich, faktor yang menyebabkan terjadinya ketimpangan disebabkan oleh struktur ekonomi internasional. Sistem yang dianggap sebagai faktor utama penyebab terjadinya ketimpangan menurut Raul adalah\u2026.<br \/>\nJawaban: Sistem perdagangan bebas<\/p>\n<p>38. Apakah yang dimaksud dengan perubahan cepat\/revolusi? Jelaskan dan berikan contohnya!<br \/>\nJawaban: Perubahan revolusi adalah perubahan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau sendi-sendi kehidupan masyarakat. Contoh : Revolusi industri, revolusi Prancis, Reformasi Indonesia.<\/p>\n<p>39. Apa saja faktor internal penyebab perubahan sosial?<br \/>\nJawaban: Bertambahnya atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan masyarakat (konflik sosial), dan pemberontakan atau revolusi.<\/p>\n<p>40. Kesenjangan sosial budaya melahirkan budaya konsumerisme dan hedonisme. Apakah yang dimaksud dengan konsumerisme dan hedonisme itu?<br \/>\nJawaban: Konsumerisme adalah gaya hidup yang memandang bahwa barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan. Hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama hidupnya.<\/p>\n<p>Demikian informasi mengenai contoh soal PAS sosiologi kelas 12 semester 1 dan kunci jawabannya. Semoga bisa menjadi bahan pembelajaran anda dirumah untuk mempersiapkan diri anda sebaik-baiknya untuk mendapatkan nilai terbaik ketika menghadapi ujian.<\/p>\n<!--CusAds0-->\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah anda mencari contoh soal PAS sosiologi kelas 12 semester 1? maka anda tepat menemukan artikel ini dimana anda bisa mempelajari contoh soal lengkap dengan jawabannya. Mata pelajaran sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi sosial antara manusia atau organisasi dengan objek pembelajaran yang lebih mendalam, mulai dari ras, kelas sosial, hingga budaya. Selain itu, &#8230; <a title=\"40+ Contoh Soal PAS Sosiologi Kelas 12 Semester 1 Dan Jawabannya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/contoh-soal-pas-sosiologi-kelas-12-semester-1\/\" aria-label=\"Read more about 40+ Contoh Soal PAS Sosiologi Kelas 12 Semester 1 Dan Jawabannya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":9819,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[95,579],"tags":[],"class_list":["post-9818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-soal-pembahasan","category-smk-sma-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9818"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9821,"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9818\/revisions\/9821"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datapendidikan.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}